Tampilkan postingan dengan label Karyaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karyaku. Tampilkan semua postingan

Drama Bhs. Jawa Singkat

Kamis, 26 Februari 2015
Tema : Religi

Awan iku Pak Suryo lan Adi ana ing teras omah,
Adi                  : “ Pak kinging napa awak dewe kudu sholat ? “
Pak Surya        : “ Awak dewe kudu sholat amarga sholat iku hukume                                                                               wajib. Ora oleh di tinggalake. “
Adi                  : “ Yen, wonten sing ninggalake sholat berarti niku dosa nggih pak ? “
Pak Suryo        : “ Iya, bener. Awak dewe ora oleh ninggalake sholat, yen ana sing ninggalake sholat, pasti kena dosa. “
Adi                  : “ Apa bener pak yen ing akhirat sholat bakal ditakokake ? “
Pak Suryo        : “ Bener, ing akhirat sholat bakal ditakokake, sing pertama dewe. Yen kowe sregep sholat kowe bakal entuk pahala lan melbu suarga. Nanging yen kowe jarang sholat kowe bakal dosa lan melbu neraka. “
Adi                  : “  Kingingnapa sak derengnipun sholat kudu wudhu riyen ? “
Pak Suryo        : “ Wudhu iku gawe nyucikno awak dewe sing kena najis. Yen kate sholat iku kudu suci saka najis. Yen awak dewe kate sholat iseh najis, sholat’e awak dewe gak bakal ditrima kale Allah SWT, nanging yen awak dewe wis suci saka najis, sholate awak dewe bakal ditrima kale Allah SWT. “
Adi                  : ” Oh…, Ngoten nggih pak. Bener napa pak, yen sholat jama’ah pahalae luwih akeh tinimbang sholat munfarid  ? “
Pak Suryo        : “ Bener, Sholat jama’ah pahalae luwih akeh, sebab yen ana bacaan sholat sing salah isih ana sing benerake, nanging yen sholat munfarid yen ana bacaan sholat sing salah ora ana sing benerake. “
Adi                  : “ Yen ngono kuwi kula arep sholat jama’ah wae. “
Pak Suryo        : “ Yo wes, mumpung saiki adzan dhuhur ayo budhal ing langgar gawe sholat dhuhur jama’ah. “
Adi                  : “ Inggih pak. “       

Pidato Perpisahan Kelas IX

Perpisahan Kelas IX

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Yang terhormat, ibu kepala sekolah smpn 20 malang, bapak/ibu guru dan staf smpn 20 malang, bapak/ibu tamu undangan, Serta teman-teman yang berbahagia

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kenikmatan dan kesehatan kepada kita, sehingga kita bisa berkumpul diaula SMPN 20 ini untuk mengadakan acara perpisahan pelepasan siswa kelas IX, tahun pelajaran 2014/2015. Selanjutnya, perkenankan saya untuk berdiri di sini, mewakili seluruh siswa kelas IX untuk sekedar memohon maaf dan menguncapkan terima kasih kepada bapak/ibu guru tercinta.

Selama 3 tahun kami belajar di SMPN 20 Malang ini, kami sadar bahwa kami telah sering melakukan tindakan yang kurang berkenan di hati bapak/ibu guru. Kami sadar bahwa tingkah laku kami banyak yang membuat bapak/ibu guru jengkel dan marah. Sudah sewajarnya pula jika kami mendapatkan hukuman dari bapak/ibu guru yang semata-mata hanya bertujuan untuk mendidik kami menjadi anak yang baik dan berprestasi. Untuk itu, sudilah kiranya bapak/ibu guru memaafkan semua kesalahan kami, tingkah laku kami, dan ucapan kami yang kurang berkenan. Semoga kami bisa mengambil pelajaran dari semua kesalahan kami.

Untuk selanjutnya, kami juga ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bapak/ibu guru dan seluruh staf  SMPN 20 Malang. Kepada bapak/ibu guru kami, terima kasih telah mendidik kami dengan penuh kesabaran. Terima kasih telah membimbing kami menjadi anak yang lebih bertanggung jawab, sopan, bertaqwa, dan pintar dalam hal akademik maupun non akademik. Terimaksih telah mendampingi kami dalam meraih prestasi dan dengan sukses melewati tahap pendidikan di jenjang menengah pertama ini. Kepada seluruh staff SMPN 20 Malang, kami juga menyampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya, karena telah memberikan pelayanan fasilitas yang terbaik bagi kami.


Di tempat ini adalah tempat terakhir kita bertemu. Kini kami  akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi tuk meraih sukses dengan cita-cita yang kami impikan. Saat ini, kami telah selesai menjalani pendidikan di sekolah tercinta ini. Ijinkan kami mohon pamit dan meminta doa kepada seluruh bapak/ibu guru dan staf SMPN 20 Malang. Doakan kami untuk bisa meneruskan ke jenjang pendidikan selanjutnya dengan baik. Doakan kami untuk bisa menjaga amanah bapak/ibu guru dengan sebaik-baiknya. Doakan kami untuk tetap bisa menjadi anak yang berbakti dan siswa yang berprestasi yang didasari oleh sikap taqwa yang tiada henti. Doakan kami agar bisa menggapai cita-cita kami dan menjadi anak dan siswa yang bisa orang tua kami dan bapak/ibu guru banggakan dikemudian hari.

Untuk sekolah kami tercinta, SMPN 20 Malang, semoga tetap menjadi sekolah terbaik dan mampu menciptakan siswa-siswa berprestasi dalam segala bidang. Semoga sekolah ini tetap menjadi sekolah idaman para siswa dan menjadi tempat terbaik untuk menimba ilmu, baik itu dalam bidang akademik maupun non akademik. Semoga sekolah ini mampu terus meningkatkan kualitas seluruh fasilitas yang ada sehingga bisa dimanfaatkan oleh siswa dengan sebaik-baiknya.

Bagi adik-adik kami kelas VII dan VIII, kami berharap kalian akan terus meneruskan dan menigkatkan prestasi kalian. Kami juga berharap kalian tetap rajin belajar, berbakti kepada orang tua, menghormati dan mematuhi bapak/ibu guru.
Teruslah belajar dengan baik, menuntut ilmu sebanyak-banyaknya untuk menatap masa depan yang cerah. Jadikan hal itu sebagai cambuk dan alat untuk kalian menggapai cita-cita. Ambil sisi positif dari kami dan jangan tiru kelakuan buruk kami.

Cukup sampai di sini kata pamit dari kami. Mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan di hati hadirin sekalian.
Kami mohon doa restu dari bapak/ibu guru agar kami dapat meraih sukses dimasa depan dan berhasil meraih cita-cita yang kami impikan. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari semua ini. Akhir kata,
 Wabilahi taufik walhidayah. Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Unsur Intrinsik Novel Angkatan 20/30

Azab Dan Sengsara

Unsur intrinsik novel :

  1. Judul : Azab dan Sengsara
  2. Tema : Kehidupan seorang gadis
  3. Tokoh :           
§  Mariamin, Aminudin,
§  Sutan Baringin,
§  Nuria,
§  Ibunya Aminuddin,
§  Istri Aminuddin,               
§  Baginda Mulia,
§  Marah Sait (Pakrol Bambu/Pengacara)
4.      Karakter :
-Mariamin :
     Seorang gadis yang cantik, lemah lembut, berbakti kepada orang tua dan baik hati. Karakter baik hati dan berbakti kepada orang tua dapat dilihat dari penggalan percakapan, “Makanlah Mak dahulu, nasi sudah masak,” kata Mariamin seraya mengatur makanan dan sajur jang dibawanja sendiri dari gunung untuk ibunja yang sakit itu.
-Aminu’ddin: 
    Seorang anak yang berbudi pekerti luhur sopan santun, suka menolong, berbakti dan sangat pintar. Berbudi pekerti luhur, jiwa penolng Aminudin dapat dilihat dari penggalan dialog : “Ia menolong mencangkul sawah Mak Mariamin.. Udin mempunyai kasihan, itulah sebabnya ia menolong mamaknya.” Mendengar itu, suaminya tinggal diam; Ia tiada marah mendengar umpatan itu.
-Sutan Baringin :
     Seorang yang suka membuat masalah dan takabur dengan hartanya. Watak tidak baiknya itu dapat dilihat dari penarasian penulis sebagaimana berikut ini ; Sutan Baringin terbilang hartawan lagi bangsawan seantero penduduk sipirok. Akan tetapi karena ia sangat suka berperkara, maka harta yang banyak itu habis, sawah dan kerbau terjual, akan penutup ongkos-ongkos perkara, akhir-akhir jatuh miskin,


 sedang yang dicarinya dalam perkara itu tiada seberapa bila dibandingkan dengan kerugian-kerugiannya.
-Nuria:
     Seorang penyayang dan baik hati. Wujud kasih sayang itu sebagaimana dapat dilihat dari penggalan dialog berikut ini ; “Anakku sudah makan?” bertanya si ibu seraya menarik tangan budak itu, lalu dipeluknya dan diciumnya berulang-ulang.
-Baginda Diatas:
     Seorang kepala kampung atau bangsawan yang kaya raya dan disegani serta dihormati. Hal itu dibuktikan dengan penggalan narasi langsung dari penulis sebagai berikut ; “Dia (Aminudin) adalah anak kepala kampung A. Ayah Aminu’ddin seorang kepala kampung yang terkenal di seantero Sipirok. Harta bendanya sangat banyak”.
-Ibu Aminu’ddin:
     Mempunyai sifat yang sama seperti suaminya Baginda Diatas, dia juga penyayang.

  1. Setting :
-Latar tempat:
Ø  Di sebuah gubuk di tepi sungai di kota Sipirok
Ø  Di sebuah gubuk di tengah-tengah sawah
Ø  Sungai di kota Sipirok
Ø  Rumah Mariamin yang besar
Ø  Di Medan (Deli) di rumah Kasibun(suami Mariamin)
Ø  Di kebun tempat Aminuddin bekerja
Ø  Kampung A yang dikepalai oleh Bapaknya Aminuddin
Ø  Pekuburan Mariamin di sebrang jalan kampung A
-Latar waktu :
Terjadi pada senja, pagi hari, siang, dan malam hari
-Latar suasana :
Menyedihkan, senang, haru, tegang.
  1. Alur : Alur novel ini campuran, yaitu alur maju dan alur mundur
  2. Point of view :
 Orang pertama tunggal yang ditandai dengan kata:
Ø  Adinda
Ø  Kakanda

Ø  Anakanda
Ø  Orang kedua yang di tandai dengan kata:
Ø  Anggi (adik)
Ø  Angkang (Kakak)


  1. Ciri-ciri : Diwarnai dengan menguatnya kesadaran individu dan menipisnya kesadaran adat, roman ini juga menonjolkan penggambaran alam dan pengungkapan perasaan. Pengungkapan perasaan itu, antara lain tercermin dalam penggunaan pantun dan syair.

Karya Tulis Ilmiah DAMPAK MENONTON FILM KARTUN


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Film kartun adalah tayangan yang digemari mayoritas anak-anak. Film kartun digemari oleh anak-anak dikarenakan tokoh-tokoh kartun yang dipilih menarik, menghibur, dan seringkali membuat anak-anak tertawa.
Seiring dengan perkembangan zaman teknologi informasi yang sangat berkembang pesat ini memiliki dampak yang sangat besar bagi kalangan anak-anak maupun remaja.
Namun sering kita jumpai bahwa film kartun banyak adegan yang kurang mendidik, yang dapat menyebabkan adegan yang kurang layak tersebut ditiru oleh anak-anak yang menontonnya. Misalnya terdapat adegan yang mempertontonkan benda-benda tajam, kekerasan, ketidaksopanan, mengarjakan hal yang jauh dari pengajaran pendidikan.
Masa anak-anak adalah masa dimana anak-anak mengalami proses perkembangan, baik dari fisiknya maupun pemikirannya. Namun dengan adanya adegan film kartun yang kurang mendidik tersebut membuat tumbuh kembang anak tersebut melebihi anak-anak normal lainnya. Di era teknologi ini dipastikan banyak film-film kartun baru yang adegan-adegannya jauh dari kata layak tonton. Maka dari itu bimbingan dan perhatian lebih dari orang tua sangatlah dibutuhkan.
Kami memilih judul ini karena kami merasa prihatin atas perilaku anak, terutama anak berusia dibawah umur yang perilakunya berubah drastis akibat dampak negatif dari menonton film kartun. Dan kami berharap dengan adanya karya tulis ini dapat mengurangi dampak negatif dari film kartun tersebut.
Penyusunan karya tulis ini untuk mengetahui beberapa pengaruh menonton film kartun terhadap perilaku anak.

DRAMA

MALIN KUNDANG
Disuatu desa ada seorang nelayan berlari-lari menghadapi seorang wanita tua:
Sogem     :”Mak,mak,apa emak sudah dengar?”
Emak       :”Sudah.”
Sogem     :”Sudah? Dengar apa mak?”

TEATER

Senin, 23 Februari 2015
JAKA TARUB
Jaka Tarub    : “ Aku tak punya teman bu, aku di bully, emang aku kurang keren ya bu? “ ( sambil menaikkan kerah )
Ibu    : “ Kamu memang kurang keren koq nak, tapi kamu ganteng kalau di lihat dari belakang? “
Jaka Tarub    : “ teganya dirimu, teganya, teganya. “
Ibu    : “ Maafkan ibu nak, tapi ibu berusaha jujur. “ (memeluk Jaka Tarub )
Jaka Tarub    : “ Oke deh. “ (sambil mengangkat jempolnya )

         Jaka Tarub pun pergi bemain Barbie kesayangannya, kemudian datanglah teman temannya…
Alfan : “ Hai bro.. “
Ganang         : “ Opal? “
Bela  : “ Lo nggak liat dia lagi main barbie ? “
Ganang         : “ Oh iya ! “ (menepuk jidatnya )
Alfan : “ Lo koq kaya anak cewek sih ? “
Jaka Tarub    : “ Jangan bullyaku dong. “( nangis )
Jaka Tarub pun kembali ke rumah.
Adegan 2
12 tahun kemudian…
Jaka Tarub    : “ Wih ada bidadari lagi mandi nih ! “
( Nyanyi lagu #eeaa )
Tiba-tiba munculah ide jahat pada otak Jaka Tarub. Dan munculah 2 malaikat jahat dan malaikat baik. Jaka Tarub pun berfikir dan berkatalah malaikat jahat ,
M. Jahat       : “ Pasti kamu berfikir akan mengambil selendang itu ? “
M. Baik         : “ Jangan diambil! Nanti akmu dosa! “
Jaka Tarub    : “ ( sambil mengangguk-anggukkan kepala )
M. Jahat       : “ Udah ambil aja, kesempatan emas tuh! “
M. Baik         : “ Inget tong inget … “
M. Jahat       : “ Ambil aja, nanti tinggal minta maaf kan bisa.. “
Jaka Tarub    : “ Ide bagus tuh.”
Akhirnya Jaka Tarub sembunyi-sembunyi mengambil selendang salah satu bidadari.
Ketika para bidadari selesai mandi, mereka mengambil selendangnya masing-masing , namun Dewi Nawang Mulan tidak menemukan selendangnya, alias “HILANG”
D. Nawang   : “ Selendangku hilang! “
D. Mayang   : “ Bagaimana bisa selendangmu hilang? “
D. Nawang   : “ Entah.. “
D. Sekar        :  “ Cueknya dirimu.. “
D. Nawang   : “ Sorry, aku lagi bingung badai nih.. “
D.Mayang,D.Sekar,D.Kirana : “ OMG! Hello! “
D. Kirana      : “ Ok fix. Kita tinggal ya, bye! “
D. Nawang   : “ Eh, tungguin aku dong.. ! “
Tiba-tiba munculah Jaka Tarub mendatangi D.Nawang Mulan dan menyapanya.
Jaka Tarub    : “ Hai ! “
D.Nawang    : “ (diam tanpa kata ~ D’masiv ) (backsound)
Jaka Tarub    : “ ( ikut menyanyi ) kamu jawab donk ! “
D.Nawang    : “ Iya, kamu sapa ya? “
Jaka Tarub    : “ Kenalin aku Jaka Tarub yang unyu-unyu cetar membahana badai .. ( backsound ~ ulala.. )
Dan Jaka Tarub mengibakkan poninya..
D.Nawang    : “ Oh! “
Jaka Tarub    : “ kenapa kamu bersedih ? “
D. Nawang   : “ Aku kehilangan selendangku sehingga aku tak bisa pulang kembali ke kayanagan.
Jaka Tarub    : “ Wao, bagaimana bila kau singgah ke rumahku. Ibuku pasti tidak keberatan. “
D.Nawang    : “ Baiklah. “
Sesampainya dirumah, Ibu Jaka Tarub pun bertanya..
Ibu Jaka Tarub          : “ Siapa ini? “
Jaka Tarub    : “ Dia D.Nawang Mulan bu, dia akan menginap di rumah kita untuk sementara waktu.”
Ibu Jaka Tarub          : “ Oh, baiklah.. “
Lama-kelamaan timbulah benih-benih cinta diantara mereka (ost. Tiba-tiba cinta datang)
Jaka Tarub    : “ Maukah kau menjadi istriku “
D.Nawang    : “ Em.. nggak “
Jaka Tarub    : “ Kenapa nggak ? “
D.Nawang    : “ Soalnya nggak mau nolak. “

Akhirnya mereka pun mempunyai anak yang bernama Nawang Asih. Pada suatu hari…
D.Nawang    : “ Apa ini ini seperti selendangku, iya ini memang selendangku. “
Setelah menunggu Jaka Tarub pulang, Dewi Nawang Mulan pun bertanya kepada Jaka Tarub..
D.Nawang    : “ Jaka Tarub, apakah kamu tau ini selendang siapa? “
Jaka Tarub    : “ I…i..itu punyaa k…k…kamu.”
D.Nawang    : “ Jadi, kamu yang mengambil selendangku?! Kenapa kau tidak bilang padaku dari dulu?! Kau jahat jaka!!! “
Jaka Tarub    : “ Oke, sekarang ku kembalikan selendangmu.”
D.Nawang    : “ Trima kasih aku sekarang bisa kembali ke kayangan. (menatap Jaka Tarub)  Lo galau? “
Jaka Tarub    : “ Iya “
Akhirnya D.Nawang Mulan kembali ke kayangan dan Jaka Tarub pun menggalau, ( semuanya bernyanyi “Jangan Galau”) Namun tiba-tiba terdengar suara D.Nawang Mulan memanggil Jaka Tarub dengan lembut.. (backsound~kembalilah wahai sayangku)
D.Nawang    : “ Jaka… “
Jaka Tarub    : “ (menangis) sudahlah jangan ganggu aku! (kemudian menatap ke arah suara) Nawang Mulan? Bagaimana bisa kamu ada di sini? “
D.Nawang    : “ Aku sudah tidak menjadi bagian kayangan lagi karena aku telah menikah dengan manusia bumi.”
Jaka Tarub    : “ Benarkah? Kalau begitu tinggalah bersamaku dan Dewi Nawang Asih selama-lamanya dibumi.”
Akhirnya Jaka Tarub, Nawang Mulan dan Nawang Asih hidup bahagia selamanya..
Backsound (reff lagu Niki Tirta&Vanessa Angel)