Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

KADANG KALA CINTA ITU SEBUAH KOMEDI

Selasa, 17 Februari 2015
KADANG KALA CINTA ITU SEBUAH KOMEDI
Karya Triyana Aidayanthi

Awal pertama jumpa, Lyra dikenalin sama Rio lewat Shanti. Shanti adalah “Mak Comblang” paling top di kelas X. Cliennya bertebaran dimana-mana, mulai dari satu bangku ke bangku lainnya, satu kelas ke kelas lainnya, satu sekolah ke sekolah lainnya. Kesemua cliennya itu rata-rata sudah pacaran dengan target masing-masing. Wahh… suatu prestasi yang menakjubkan dari seorang Shanti. Tapi cliennya yang satu ini membuatnya pusing tujuh keliling. Rio, kakak kelas Shanti yang kepincut sama Lyra, teman sebangku Shanti. Seperti biasa, Shanti menelusuri seluk-beluk kenapa Rio bisa kepincut sama Lyra.

INDAHNYA CINTA DAN PERSAHABATAN

Cerpen Persahabatan Juli 2013


INDAHNYA CINTA DAN PERSAHABATAN

Karya Laila Novi Kusumawati

Pagi hari, yang cerah. Semua masih sama seperti biasanya. Namaku masih tetap Laila, masih tetap duduk di kelas 9. Dan masih bersekolah di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Rumah dan keluargaku juga masih sama.

Cerpen Love Story

Sabtu, 14 Februari 2015
Perlahan aku membuka sebuah diary usang, aku yakin umur diary ini sudah lebih tua dari umurku. Tentu saja, diary usang ini milik Ibuku, bungkusnya masih tampak rapi, tulisan di dalamnya pun tampak indah. Kertas yang tampak tua dan sudah lapuk tetap indah karena tulisan dan cerita indah di dalamnya. Aku membalik tiap lembar dari diary itu, aku membacanya perlahan. Tampak sebuah cerita yang terlihat sangat menarik dan membuat siapapun yang membacanya ikut tersenyum, di sana juga terpampang sebuah foto gadis muda dan kekasihnya yang terlihat sangat bahagia.

Cerpen Waiting for True Love

Kamis, 12 Februari 2015
Waiting for True Love

"Kita pasti akan bertemu lagi. Kamu percayakan?" ucap ku pada Wiens, kekasihku.
"Aku harus mempercayai mu, sayang."ucapnya.

"Aku akan kembali padamu dan hidup bersamamu selamanya!"Aku pergi setelah meninggalkan kecupan di dahi Wiens.

Ayah diberikan tugas oleh kantornya dan harus pindah keluar kota, sehingga aku serta ibu harus ikut bersama ayah. Jadilah aku meninggalkan Wiens. Sebenarnya, aku sudah meminta izin agar aku tinggal disini bersama Wiens, tapi ayah dan ibu tidak mengizinkannya.

3 tahun berlalu, aku dijodohkan dengan anak dari teman ayah yang katanya ia mencintai ku. Demi bisnis ayah, akhirnya aku menikah dengannya, Niel.

Aku mempunyai seorang anak perempuan, ku beri nama Wiensa karena aku masih memikirkan Wiens. Tapi aku belum ada kesempatan pergi kesana, tempat aku dan Wiens bertemu. Agar Niel tidak mengetahuinya, aku memanggil Wiensa dengan nama Ana.